Tuesday, 10 September 2013

Last Trimester, Hari-hari Terakhir di Perut Ummi

Dari mulai pemilihan calon abi-nya, sampai ketika dia dewasa, setiap ibu akan memberikan yang terbaik untuk anak2nya. Kali ini, dalam tahap ini, yaitu proses melahirkan, saya-pun ingin memberikan yang terbaik untuk anak pertama kami. Di antaranya:
34w
  1. Memberikan stimulus sejak pertama kali kami tahu, dia telah hadir di rahim saya. Al Qur'an is da best Stimulan dan nutrition.. :)
  2. Memberikan semua nutrisi yang dia perlukan untuk tumbuh dengan baik.
  3. Mempersiapkan kelahiran yang minim trauma
  4. Memberikan nama yang baik dan indah
  5. Mempersiapkan semua keperluan dedek paska lahiran
  6. Mempersiapkan ASI eksklusif 

HPL saya 19 September insya Allah, hari ini tanggal 10 September, itu artinya masih ada waktu sekitar 9 hari lagi untuk kami mendidik si dedek dalam rahim. Well, 9 hari ini tidak akan saya sebut 'menanti' karena menanti lebih pada tindakan menunggu, tanpa ada aksi. Sedangkan kami ingin mengoptimalkan waktu yang ada dengan mengisinya dengan pendidikan dini untuk si dedek. 

1. Mengajak Janin Bicara

    Saya bicara dengan dedek, apa saja yang menjadi harapan kami untuk dedek.
  • Bahwa, abi dan umminyua ingiiin sekali kelak dedek bisa menjadi seorang hafidz Qur'an. Aamiin.
  • Bahwa kami ingin  dedek tahu sejak dini Allah Tuhannya, Rasulullah Muhammad SAW tauladannya, dan Qur'an pedomannya.
  • Kami ingin, si dedek, memnggunakan kelebihannya yang baik, sesuai dengan namanya Muhammad Khairy Zaidan- untuk meninggikan izzatul Islam. Kalau kata abinya, mengibarkan panji-panji Allah di bumi-Nya. Aamiin yaa Robbal 'alamiin..
  • Kami ingin agar si dedek menjadi ahli ibadah, ahli Qur'an, ahli strategi, ahli orasi, dll (banyak kelebihan yang baik)
  • Kami ingin, agar, apapun pilihan hidup dedek, mau jadi apapun dia, yang penting dedek bisa pinter ngaji dulu, bisa hafidz
  • Bahwa abi dan ummi, sangat ingin kami bertemu dalam kondisi fisik yang baik, Abi sehat, ummi sehat, dedek juga sehat..

2. Melakukan senam Hamil

Kelelahan fisik yang luar biasa pada trimester terakhir ini, tidak boleh menjadi penghalang saya untuk beraktifitas, seperti membuat pesanan bunga dan bros, beres2 rumah, mengasuh adek yang masih kecil dll. Untuk itu saya rajin melakukan senam-senam ibu hamil. Beberapa gerakan memang baru, tapi kebanyakan gerakan sudah sangat saya hafal, sama seperti streching da warming up sebelum latihan Tae Kwon Do.


3. Melakukan Pijat Perineum

Pijat ini akan meminimnalisir perobekan jalan lahir. Dengan memijat daerah di sekitar anus dan Mrs. V secara rutin,akan menambah elastisitas jalan lahir.

4. Positive Affirmation

Gelombang cinta dari janin, mungkin sebagian ibu akan takut menghadapinya. Tapi percaya bahwa rasa sakit tidak akan melebihi dari kemampuan si ibu untuk menghadapinya. Untuk itu sangat diperlukan ilmu, ruh, dan fisik yang prima dalam mempersiapkan kelahiran dengan baik.

Mengupayakan gentle Birth, berawal dari keyakinan akan kemampuan tubuh dan jabang bayi untuk bersinergi menghasilkan gerakan alami dalam persalinan.  Percaya dengan kuasa Allah akan hal ini? Absolutelly..

Allah telah menciptan tubuh ini dengan sangat sempurna. Ia telah di desain sedemikina rupa, sehingga mampu mengandung, melahirkan dengan baik. Otot-otot rahim, hormon, plasenta, semua Ia ciptakan dengan tanpa cela. 

Jabang bayi pun siap bekerja sama dengan umminya untuk lahir kedunia. Yang bisa ummi lakuikan adalah mempersiapkan jalan lahirnya..

Dengan gentle birth, ini juga akan meminimalisasi trauma bagi ummi dan dedek. Cz, kami ingin punya banyak anak, minimal 7 orang. :D :D. So, proses kelahiran anak pertama harus minim trauma.. :D . Dengan banyak anak, investasi akhirat pun akan semakin banyak, jika kita bisa mendidik mereka dengan baik. Persah saya denganr dari guru ngaji saya, bahwa energi yang dikeluarkan untuk mendidik 1 anak dan 10 anak, sama besarnya.. :)

Tuesday, 14 May 2013

Baju Akad dan Walimah


Momen (semoga) sekali seumur hidup ini, menjadi sangat spesial bagi setiap orang. Tidak jarang banyak orang yang rela menguras tabungan bertahun-tahun hanya untuk mewujudkan pesta pernikahan yang unforgetable.. Termasuk saya. Tapi tabungan saya tdk banyak.. :D Jadi tetep harus hemat.


Jelas, ajaran Islam tidak membenarkan adanya pemborosan, kesia-siaan dan kemusyrikan dalam perayaan pernikahan. So, bagi saya, dan mungkin banyak teman2 lain, menjadi PR tersendiri ketika merancang dan mengorganisasi sebuah walimah.

Hemat, syar'i dan unforgetable.. Itu yang di inginkan... 

Di dalam posting ini, khusus saya akan lebih banyak cerita tentang baju saya...  Gimana saya membuatnya,, here we goooo... :)

Warna

Dominasi hijau pada dokorasi
Pilihan saya jatuh pada warna hijau.. Selain, Hijau adalah warna yang sangat disukai Rasulullah selain putih, hijau menggambarkan kecintaan saya akan lingungan (thanks SAM SDA LH PI). Green building, green investment, green energy, green infrastructure, green transportation, green technology dll berhasil mempengaruhi selera warna, yang tadinya suka banget ma biru donker alias biru Teknik Undip :) menjadi hijau.. :D

Kombinasi hijau tua, hijau kuncup (saya lebih suka menggunakan kata hijau kuncup, dari pada hijau pupus (: ), putih dan emas, menjadi warna dominan dalam pernikahan saya. Baju akad, baju walimah, dekorasi, souvenir pernikahan, dll.

Jenis Kain


Akad --> Jenis kain yang saya pakai adalah satin sutra hijau kuncup, bahannya tidak terlalu glossy, dan tidak menerawang. Untuk hiasan saya pakai brokat emas  (lupa namanya) , chiffon hijau kuncup, sebagai lapisan luar baju akad dan pashmina saya. + Peci hitam utk mempelai pria.


Walimah --> Saya pakai outer, bisa disebut blazer, dari brokat juga, warnya ijo daun, untuk penutup kepala, saya pakai kain tile polos warna hijau daun juga. Trys untuk aksen, di kepala dan ikat pinggang, menggunakan kain seperti jilbab paris.

Kain-kain yang digunakan

Konsep

Konsep yang saya pakai adalah, bahwa baju akad dan baju walimah adalah baju yang sama, tetapi BEDA. 

Untuk Mempelai Wanita

 Lebih soft dan teduh untuk baju akad, tetapi agak glamour untuk baju walimah.. saya memakai dominan warna hijau kuncup yang lembut untuk akad. Dan untuk walimah ditambah seperti blazer atau cardigan kebaya untuk outer-nya, den gaun akad sebagai inner-nya... Maaf saya ga punya sketnya.. Tapi bisa di bayangkan kan? Tapi kurang lebih kaya gini deh..






Untuk Mempelai Pria

Sket untuk baju mempelai Pria
Baju untuk akad dan walimah juga sama, hijau pupus, tetapi saat walimah ditambah dengan jas sebagai outer-nya, di tambah dengan penutup kain warna hijau tua


Sama tapi beda.. :D










Realisasi Baju Akad

Baju Akad Mempelai Wanita

Searching2, banyak yana bagus dan bikin ngiler, tapi karena terlalu banyak, saya putuskan untuk memakai desain dari salah satu butik yang cukup terkenal.. Saya pakai gaun ini saat akad.

Warnanya hijau kuncup, tidak kalah dengan putihm untuk menciptakan kekhidmatan saat akad.

Kerudung dan Accesorries


Untuk penutup kepala, saya pakai inner jilbab putih polos merek Salimah.. :) bahannya lembut dan jatuh, dan tidak panas, jadi enak untuk dijadikan inner. Trus pashmina, dari bahan chiffon, warna hijau kuncup.. Ukurannya cukup besar, 2 m x 1 m, kuranglebih.. Sengaja, biar ntar kl periasnya hias macam-macam, tetep bisa lebar dan syar'i 

Oya, untuk innernya, saya kasih kain brocade warna emas.. Memang agak mahal, 1m Rp 100.000, tapi saya cuma beli 0,5m. Cukup untuk saya pakai sebagai embelishment di baju akad (saya dan suami) dan di jilbab akad-nya...

Untuk accesorries, silakan lihat koleksi di Hana Nahla Fabric Art, klik di sini.. 

Pemilihan Brocade


Yang penting dalam memilih brokat ini adalah, motif-nya.. Kl bisa yang bentuknya bisa memanjang, jadi kl di potong untuk hiasan, tetep bisa mengikuti motifnya..


Baju Akad untuk Mempelai Pria


Untuk yang pria, sangat simple,, nothin' special untuk desainnya, tapi sangat special, karena saya sendiri yang pilih warna, brokat, dan desainnya.. 

Daaan, saya bikin sendiri peci-nya pakai jahit tangan. Karena beberapa penjahit yang saya mintain tolong, menolak, dengan alasan tidak ahli, ga punya jarum tebel dsb.. Oke, i'll did it! Not too bad... :D

Bahan:
1. Peci item biasa
2. Kain satin sutra, sisa dari bahan baju akad
3. Brokat emas

Alat
1. Gunting
2. Jarum
3. Benang senada
4. Jarum pentul

Cara Bikin
1. Tinggal covering peci item pakai kain sutra, jahit.
2. Brokat di gunting sesuai motif dan ukuran peci, jahit.

Alhamdulillah, jadi juga baju akad kami, tepat H-1 saya ambil di penjahit,.. Ga sempet fitting! :D

Untuk pemesanan baju walimah dsn aksesori : Hand bouquet, headpiece, brooch, cincin, souvenirs dll. Silakan Whatsapp 0818-0889-4476 untuk komunikasi lebih lanjut. Terimakasih 

Wednesday, 27 March 2013

Kaleidoskop 2012: 1st Job, Pilkada DKI, Hana Nahla Menikah

Alhamdulillahhirobbil 'alamiin.. Tahun 2012 adalah tahun yang luar biasa, bagi Chic, bukan, hanya karena tahun ini, saya bekerja di Bappenas, tapi di tahun ini juga saya akhirnya menyempurnakan separuh din saya. Di tahun ini juga saya mengalami sendiri pertarungan politik yang sangat high pressure, pemilihan gubernur DKI.

First Job

Bappenas,  prestisius untuk beberapa orang, di saat yang lain skeptis. Dengan bekerja di Bappenas, kesempatan untuk mengubah Indonesia, menjadi lebih baik, lebih terbuka. Pendapat ini, mungkin brelaku utk mereka para pahlawan yang merindukan perbaikan. Karena jelas, Bappenas adalah kementerian perencanaan di Indonesia, karena dari sini, pembahasan mengenai alokasi pendanaan untuk pembanguna direncakan. Apakah benar dmikian? Mungkin tidak sepenuhnya benar, beberapa bulan yang lalu, saya baru tahu, dari salah satu pejabat di Bappenas, bahwa keputusan Menteri PPN bisa di anulir oleh Dipo Alam, mensesneg.Artinya, saat ini kedudukan Bappenas, sudah tidak lagi dirasakn manfaatnya, useless, tidak ada kerjaan (karena setiap kementerian sektor, juka memiliki perencanaan sendiri-sendir) dan seterusnya dan seterusnya. Tapi semoga pendapat saya salah. Tetepi itu yang saya dengar. Kalimat, utk menghapus Bappenas. Sekali lagi, semoga salah.

Dakwah di Bappenas

Ternyata, dimanapun medan dakwah, tidak akan selalu mulus.. Pun di sini, awalnya memang terasa lebih mudah di lingkungan kerja, karena terbayang masa-masa perjuangan dakwah di kampus yang cukup berat.
Masih teringat kesedihan karean LPJ di tolak, peserta dan output kegiatan tidak sesuai harapan.. Dimarahin MR karna kesalahan dll. Tapi sungguh itu semua terbayar, dengan adanya ukhuwah yang kami jalin, selama kurang lebih 3 tahun.

Tapi, pahitnya masih terkenang, sampai saya masuk dunia kerja. Nampaknya tidak juga, ujian datang di sisi yang berbeda.
  • Lingkungan elit
  • Uang anggaran pemerintah yang berlebih
  • Waktu kerja yang sempit
  • Beban kerja yang besar
Sedangkan ujian terbesar adalah lalai, lalai bahwa saya juga adalah perindu perbaikan itu. Lalai bahwa sebelum menjadi apapun, saya adalah seorang dai. Teringat saat bulan Ramadhan 1433 H, Ibu atasan, meminta saya untuk mengajari beliau membaca Al Qur'an. Saya kemudian membeli buku pedoman mengajar tajwid dan Iqro'. Tetapi rencana hanya tinggal renca, tidak pernah terlaksana. Lamanya jam kerja menjadi sebab. Setelah sholat maghrib, kami langsung bersiap pulang, apalagi, saya kadang tidak tenang dan tidak nyaman, jika tidak sholat di Masjid tu, serasa ada yang kurang. :)

Tapi memang egoisme saya, yang lebih mementingkan keinginan saya utk buru-buru pulang atau sholat di Masjid Sunda Kelapa. Karena, memang jam 17.15 adalah saat yang mendebarkan saat Ramadhan. Karena mikir dimana, pake apa buka puasanya.. :D Jadi, saya LALAI utk menyediakan waktu saya mengajari atasan saya membaca Qur'an. Astaghfirullah.. Nyesel sekali saya.. melewatkan kesempatkan untuk memperolah amal jariyah ini... :'(


Peluang Jaringan Bisnis di Bappenas

Maika Etnik
No doubt, bahwa dengan bekerja di Bappenas, membuka peluang jaringan. Jaringan Bisnis :). Awalnya saya tawarin tas Maika Etnik ke temen2 depan ruangan, eeh, mereka suka, satu ruangan itu pesen 3 biji tas. Lumayan, saya mengantongi keuntungan hampir 80 ribu. Pesenan berikutnya lebih fantastis! Alahmdulillah, orderan adaaa terus. Kesediaan barang juga lancar. Membuat pundi2 saya pun lancar, saat itu adalah saat yangsaya membuatuhakn banyak tambahan untuk biaya menikah. Tidak banyak memang, tapi lumayan utk ongkos pulang-pergi ke Wonosobo.

Hana Nahla

Bros saya, produk Hana Nahla, juga banyak diminati oleh temen2 seperjuangan di Bappenas. Alhamdulillah, dari mereka semangat saya utk terus berkreasi terus muncul...

Kain kaos Jilbab

Cirebon adalah kampung kedua saya. Di sana ada salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Memang benar, muraaaah bgt, harganya tidak lebih dari setengah dari harga mall di Jakrta untuk kain dengan kualitas yang sama. So, saya akan membuka peluang rizki dari sini. :D



Wednesday, 20 March 2013

My Last First Trimester

And the Signal has come...

Akhir-akhir ini saya selalu mengalami kelelahan yang luar biasa. Setelah sampai di kantor pada pagi hari, saya tidak bisa langsung menuju ruangan, saya harus istirahat dulu di mushola atau tiduran dulu di kursi untuk memulihkan energi saya setelah perjalanan menuju kantor.

Singkat cerita, saya mengalami tanda-tanda kehamilan, perut saya membuncit (kata teman), lelah yang sangat, tiba-tiba sangat suka nanas dan kedondong, dan saya sudah telat 5 hari dari jadwal menstruasi saya.

Saya positif, setelah saya cek menggnakan test pack. Gembira bukan main, ketika melihat strip merah muda di test pack.. Sujud syukur saya persembahkan untuk Allah swt, yang telah memberikan kami amanah ini.. Tapi saya belum terlalu yakin, karena bisa saya strip dua tersebut karena adanya kelebihan hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) yang disebabkan oleh penyakit..


2 Strip Merah


Saya dan suami pergi ke RS untuk memastikan rahim saya, apakah benar-benar terdapat segumpal darah itu.. RS ASRI terkenal dengan fasilitasnya yang lengkap, ditambah, ada rekomendasi dari teman, bahwa ada dr. Ika yang sholehah.. :), jadi, kami memutuslkan untuk kesana, kami ingin yang terbaik untuk calon anak kami.

Alhamdulillah...
Betapa gembira hati kami, syukur tak henti kami ucapkan, bahwa di rahim saya memang terdapat kantong janin, di sanalah tempat janin saya akan berkembang.. Alhamdulillah, 1 bulan memang waktu yang relatif cepat bagi  pasangan yang baru menikah.. Tapi itu niat kami dari awal, salah satunya untuk melahirkan jundullah-jundullah dari rahim saya secepat mungkin.. Alhamdulillah doa kami dikabulkan... >.<

1st Trimester Battle

Perjalanan sampai detik ini bukan tanpa hambatan dan ketakutan... Saya masih harus bekerja. Setiap hari berngkat jam 07.30. Sampai kantor di Menteng jam 09.00.. Di jalan adalah saat yagn berat, badan kopaja P20 masih bikin tetanus kalau terkena kulit. Jarak Pancoran-Menteng yang cuma 9 km seperti Kertek-Parakan! Banyaknya yang mo di angkut pakai kopaja, bikin kami jadi desek-desekkan... So, kenangan indah di perjalanan saat trimester I, ini lebih indah dengan mual-mual yang bertambah saat mencium bau makanan seafood di pinggir jalan...

"Hhhhmmmmppp..." Saya tutup mulut dan hidung saya de ngan tangan, untuk mencegah aroma seafood kembali tercium dan untuk menahan agar saya tidak muntah di kopaja yang peuh sesak itu..

"Kenapa mba?" Tanya chairmate

" Sedang hamil muda..." Jawab saya sambil menyeka air mata.. T_T

" Oooh.." Langsung, si chairmate mahfum... :)

Sudah, hanya itu kenangan yang paling paling terekam, selain saya jadi:

1. Suka tidur (kadang-kadang ga bisa tidur kalau malam)
2. Ga bisa tidur terlalu larut
3. Malas pakai make-up (untuk suami)
4. Jalan-nya pelaaan banget
5. Lebih lembut (mungkin)
6. Lebih sukaaa dan cintaaaa ma suami.. <3 
7. Emosi kadang suka labil
Dll

Usia 5 minggu

Melalui USG transvaginal, saya bisa melihat ada kantong janin saya, di tambah ada cangkang se telur yang sebelumnya terlepas.. Alhamdulillah tidak ada anomali yang berarti di kehamilan saya.. Berat badan saya 46 kg, naik1 kg dari normal.

Begitu tahu saya hamil, saya list apa yang harus saya lakukan untuk memberikan yang terbaik dan menstimulus janin saya sejak trimester I ini, tilawatil Qur'an 1 jus sehari, ngerjain soal-soal matematika, mengelus-elus sambil bercerita dengan si dedek dan memberikan nutrisi terbaik yang saya bisa berikan

Suami menjadi sangat perhatian kepada kesehatan saya dan janin kami, tiap hari di tanyain sarapan apa? Bergizi atau tidak? Dll dll.. kasihan juga beliau, tiap malam saya minta untuk memijat kaki, punggung dan pinggang saya yang nyeri (bukan sakit).

Labil

Bahkan emosi saya yang kadang tidak stabil, juga membuat saya heran. Pernah saya memaksa suami saya untuk makan dengan ketus dan keras, bahkan ketika suami tidak segera beranjak untuk makan saya mencubit dan menarik lengan bajunya, sembari saya menangis... Aneh bgt, bukan saya banget bersikap seperti itu,, begitu sadar, astaghfirullahal'adziin.. saya minta maaf kepada suami. Saya tidak cerita kepada suami apa yang sedang saya alami. Saya yakin suami memahami kondisi saya.. :)

Pernah juga suami saya sedang berbicara dengan teman-temannya sambil terus memijat kepala saya yang sangat pusing. Dengan ketus saya bilang, " Aa jangan bicara! Berisik!" Kontan suami saya terkejut dengan kata-kata saya.. Saya menangis, ga tahu, tiba-tiba saya pengen menumpahkan air mata.. Mungkin saya ingin perhatian suami hanya untuk saya saat itu, karena kepala saya pusing bgt waktu itu. Setelah menangis, saya menyadari kata-kata saya yang tidak pantas kepada suami saya. Saya minta maaf, sambil melihat mimik wajah suami saya. Keliahatan sekali, beliau agak marah juga, beliau cuma mengangguk pelan sambil tidak melihat saya.. tapi kemudian, sikap beliau menjadi baik dan hangat kembali.. Alhamdulillah...

13rd Months

Setelah melihat bahwa di RS ASRI cukup mahal untuk melakukan USG, kami memutuskan untuk pindah ke RS yang lebih deket milik pemerintah. Namanya RS Bersalin Duren Tiga. Pelayanannya cukup baik dan ramah.

Setelah mengantri di Nomor antrian 24, saya dan suami masuk ke ruang Poliklini 24, dengan dr. Nana. Pertama kali yang saya lihat dari sosok dr. Nana adalah dia berjilbab, alhamdulillah... :)

Setelah saya berbaring dan perawat mengoleskan suatu cairan ke perut saya, suatu alat yang mirip dengan ulekan sambel, tapi ujungnya halus, meluncur di atas perut saya, saya meliat monitor, ternya alat tersebut memancarkan sinar ultrasonografi yang bisa melihat gerakan janin saya...

"Berapa ukurannya dok?" tanya saya

" Bentar, belum bisa, soalnya si dedek lagi nunduk" jawab dr. Nana, sambil terus mencari cari titik tertepat di atas perut saya untuk bisa melihat dedek dengan jelas..

" Eh si dedek pinteeer, tahu dia harus lurus, biar bisa di ukur.. Padahal dia belum bisa denger..." lanjut dr. Nana ketika melihat si dedek tiba-tiba bergerak meluruskan kepala dan tubuhnya, sesaat setelah dr. bergumam, dedek nunduk, jadi belum bisa di ukur..



Saya hanya tertawa gembira, dalam hati saya berucap, subhanallah...:)

"7,43 cm..."

" Ukuran segitu untuk usia 13 minggu normal ga dok?"

" Normal, bagus koq..."

" Alhamdulillah.."

" Kita ukur diameter organ-organ, biar kita tahu beratnya.. Ini kepala, ini perut, paha.. 54 gr.. Baik..."

" Kita lihat jantungnya yaa... Mmmmm detak jantungnya baik... " 

Alhamdulillah..




Thursday, 20 December 2012

5 Poin


6 minggu pernikahan, hanya ini yang bisa saya tuliskan, meski mungkin kata tak akan bisa ungkapkan, apa sebenernya yang saya rasakan.

-          Dialah Nafas Baru

Luka di hatinya menjadi kepedihan saya. Kecewanya menjadi koreksi besar untuk saya. Marahnya menjadi perbaikan diri saya. Senyum dan tawanya menjadi kupu-kupu di hati saya.. 

-          Dialah Sang ‘Belahan’

Seseorang yang Allah pilihkan, seperti  sepatu sebelah. Tidak lebih bagus, tidak lebih buruk, tidak lebih besar, dan tidak lebih kecil, sangat pas, karena Dia Yang Mencipta.

-          Dialah ‘Sigaring Nyawa’

Nyaman berada di sampingnya. Karena, memang dia yang membuat diri merasa sempurna dengan segala kelemahan dan kelebihan, tak ubahnya adalah agar sama-sama belajar

-          Dialah Pahlawan Saya

Tiada lagi merasa, diri ini sanggu melakukan apapun sendirian, karena akhirnya memiliki seseorang yang harus diminta pendapat mengenai sesuatu. Dan saya baru mengerti saya tidak melakukan semuanya sendirian, seperti memasang kapstok dan menggeser lemari.  

      Dialah Suami, Imam, Sahabat, Partner dan Guru Saya

           :)

Thursday, 25 October 2012

Undangan Walimatul 'Ursy Kikin dan Gafur

Berawal dari keinginan, agar undangan bisa bermanfaat untuk yang membacanya, agar tidak di buang setelah di baca, saya mencaoba mendesainnya seperti tabloid.. Cari kontennya gampang, banyak referensi yang menjelaskan tentang bagaimana Walimah yang syar'i.. Saya ambil dari buku Bahagianya Merayakan Cinta dari Ust. Salim..



Halaman 1 dan 4


Halaman 2-3


Finishing...

Finishing
Punya ide lain agar, undangan lebih bermanfaat, ga di buang, dan murah meriah? ^^

Tuesday, 25 September 2012

Komitmen Saya


Dalam, perjalanan pencarian hakikat diri, alhamdulillah, tanpa melalui proses yang berliku, saya tiba-tiba telah mendapati diri saya adalah seorng Muslimah, calon istri seseorang dan calon ibu.. Alhamdulillah, orang tua, suasana rumah, dan lingkungan sekitar, kampus, dunia kerja  telah membawa saya kepada suasana batin yang penuh iman dan larut dalam tradisi ubudiah. Patut disyukuri.. Komitmen demi komitmen untuk menjadi pribadi muslimah yang sesungguhnya selalu terucap baik di mulut, goresan pena, lintasan hati dan janji-janji pada saudara saya..

Berikut adalah komitmen-komitmen saya yang bisa saya rangkum, dan sata inget tentu saja.. :)

  1. Ketika kita menemukan bahwa sifat pasangan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, insya Allah itu tidak menjadi mengapa, penerimaan akan kelebihan dan kekurangannya adalah kunci. Melihat kesungguhan dan komitmen dia untuk berubah, insya Allah itu sudah cukup. Pun kita, harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak-nya.. Konsukuen dengan pilihan! Kekurangan dan kelebihannya adalah paket yang tidak terpisahkan.. Dan sudah menjadi keharusan untuk menyukuri dan bersabar dengannya...
  2. Ketika kita terbentur dengan kewajiban utama, yakni sebagai seorang ibu dan seorang istri; dengan pekerjaan di kantor yang menguras waktu, tenaga dan pikiran, dimana lingkungan kerja yang sangat worka holic, jam kerja tidak tentu, atasan yang ketat dan worka holic juga, maka solusi yang bisa kita lakukan adalah:
  • Pulang duluan! Selesaikan semua tugas kita dengan baik, lalu minta ijin pulang, kl bisa jam 5 sudah sampai rumah. 
  • Memperbanyak waktu di rumah dengan, pulang saat jam istirahat, saat atasan tidak ada di tempat, saat free tidak ada pekerjaan, dan kesempatan-kesempatan yang lain.. :) 
  • Kl mengharuskan pulang, misal anak atau suami sakit, minta ijin, untuk pulang!!  
3. Wanita, harus memiliki fisik yang kuat, terlebih jika memiliki setumpuk aktifitas, di kantor, du rumah, di masyarakat dll. So, kesehatan menjadi hal harus dijaga dan di syukuri. 4. Orang yang mulia adalah orang yang menjaga dirinya dengan pernikahan, dan menjaga pernikahannya dengan kesucian. Penjagaan meliputi:
  • Hifdzunnafs (Penjagaan Diri). Ini yang menjadi fokus sya saat ini. Menjaga fisik, fikir, dan hati. Terutama hati, agar dia yang di cinta selalu di 'sini' :)
  • Hifdzul Akli (Penjagaan Akal)
  • Hifdzul Nasl (Penjagaan Keturunan)
  • Hifdzuddin (Penjagaan Agama)
  • Hifdzul Maal (Penjagaan Harta)
Sekuat tenaga, kita harus menjaga dua mahkota diri kita, kesucian dan kesetiaan kepada pasangan..

5. Tentang masa lalu, yang Allah pun telah menutupinya, bukannya Allah lupa, tetapi kita tidak perlu untuk membahasnya.. Berkaitan dengan hal ini, kebohongan yang diperbolehkan adalah kebohongan untuk menyenangkan hati pasangan.. ^^

6. Tentang keuangan, sebanyak apapun penghasilan, katankalah Rp. 10 juta/ bulan,  jika tidak pandai dalam memage keuangan, maka posisinya akan jauh lebih baik dengan kelaurga yang memiliki penghasilan relativ kecil, misalanya 4 juta/bulan. Well, saya adalah calon manajer keuangan di Rumah Tangga saya, jadi hal ini merupakan hal yang sangat urgent!

  • Perlu ada anggaran untuk saving 
  • Anggaran untuk Usaha
  • Anggaran untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Anggaran untuk pengeluaran bulanan
7. Tempat tinggal setelah nikah, saya tidak akan terlalu mempermasalahkan dimana tempat tinggal nanti. Yang penting, lingkungannya bagus, deket masjid, sanitasisnya baik, halamannya luas, ada tanahnya.. :) Banyak ya,, berharap boleh dong... tapi, saya akan ikut dimana juga beliau akan membawa saya setelah menikah..

8. Ibarat pakaian, suami-istri, adalah ibarat pakaina, yang salaing melengkapi, saling melingkup, dan saling memberikan kehangatan..

9. Skill yang harus dimiliki oleh istri, harus di optimalkan untuk membantu suami mencari rizki.. Saya juga! Dengan sedkikit skill dan ilmu yang ada, inginnya saya memberi manfaat untuk orang lain, dengan membuka lapangan pekerjaan untuk mereka.. Iya, itulah semangat terbesar saya, salah satu dari karakter muslim : nafi'un lighoirih..

Wednesday, 19 September 2012

Arti Industri Jasa dan Manufaktur untuk Reny GK


24 Jam dalam 1 hari, my oh my… kadang terasa cepat, kadang terasa lambat, semoga saya bisa melewati setiap detiknya dengan penuh tanggung jawab. Karena itulah hakikat dien, yang sering di terjemahkan dengan agama (absolutely, more than just religion), dien, sering diartikan juga sebagai ‘pembalasan’.  Pembalasan, atas sekecil apapun amal yang kita perbuat, meskipun itu sebesar biji sawi.
This is the key word à semua amal perbuatan kita akan mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat nanti, termasuk waktu yang Allah berikan..
Pertama, ucapkan:
Alhamdulillahirobbil ‘alaamiin..
Cz, katanya dengan bersyukur, akan menarik nikmat2 yang lain, dengan menapak kesyukuran dalam nikmat, (dan berjalan di atas kesabaran  dalam ujian), akan mengantarkan ke surga, kata teman saya.

Alhamdulillah, atas nikmat yang Allah karuniakan atas kita, kesempatan, dan waktu luang
24 jam, untuk apa aja?
Jujur, kalau ditanya itu sekarang, saya akan jawab, kerja, kerja dan kerja.. Kenapa tiga kali saya nyebutnya? Karena saya lagi bekerja di 3 jenis Industri yang berbeda… :D Gaya yah.. Tapi bener, cekidot: 


  1.  Bappenas dan Industri Jasa
Kerja di Bappenas sini, adalah Industri Jasa, dan termasuk sektor public. Mengutamakan servis kepada masyarakat. Kalau ini, criteria kepuasan pelanggannya ya otomatis, sejauhmana masyarakat menikmati hasil-hasil pembangunan, tentang pemerataan hasil-hasil pembangunan. Kinerjanya akan di ukur dari sejauhmana para jajaran di pemerintahan terutama di Bappenas, untuk merencanakan pembangungan yang berkelanjutan, yang terintegrasi dengan upaya penurunan gas rumah kaca to address climate change (loh, ini mah tugas di unit kerja, hehehe..). Tapi kurang lebih seperti itu.
Masalah yang biasanya menjadi stigma negative masyarakat adalah, bahwa adanya birokrasi bukannya memeprmudah urusan rakyat, tapi membuat blibet urusan. Harusnya kan, pemerintah mempermudah akses, mempercepat informasi, dan pelayanan yang sifatnya public service.

Sampai ada plesetan istilah ‘REFORMASI BIROKRASI’ yang semula merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur, telah banyak diplesetkan menjadi REPOTMASI BIROKRASI, karena adanya birokrasi justru membuat repot masyarakat.
Sedikit curhat, untuk daftar CPNS kamarin, saya harus balik ke Wonosobo untuk ngurus semua persyaratan yang bejibun banyaknya, padahal masih tahap administrasi, tapi harus memakai SURAT IJIN ORANG TUA! What a terrible! Ugh,, saya seharian muter-muter, berkeliling kota WSB untuk :
1. Legalisir Ijazah SD-SMA (fiuh..)
2. Nyari surat keterangan sehat jasmani dan rohani (huff)
3. Nyari surat SKCK
4. Ngubah background pas photo jadi biru (!)
5. Beli materai (jumlahnya lupa..)
6. Menulis surat lamaran pakai tangan dan tidak bisa ada tip-ex
7. Terus, hari itu juga saya harus segera balik ke Jkt, karena Cuma dapat ijin 1 hari dari Ibu atasan

What a……..

Itulah birokrasi, perlu orang-orang baik, pinter, taktis, dan punya kedudukan, dalam program REFORMASI BIROKRASI ini..

Sedikit out of the contex, saya ikut nyoba CPNS, karena jujur, saya belum punya jaringan yang baik. Jika saya punya produk untuk di pasarkan, sasaran yang pertama saya sasar adalah temen kantor.. Meski pada hakikatnya, pasar itu sangat luas, tidak ada sekat wilayah, bahkan Negara, dengan kata lain, borderless..

Well, kembali ke topic, dimanapun dan kapanpun saya bisa belajar, pun di Bappenas, bertemu dengan banyak orang, mengerjakan banyak hal, berdiskusi dengan para pakar adalah pengalaman yang tak akan pernah hilang

2.Industri Manufaktur
What? Sangar banget. Yeah, saya gak lebay. Manufaktur, kalau gak salah, berasala dari kata ‘manus’ yang artinya tangan. Dan ‘faktus’, yang artinya adalah di buat. Jadi, dari sononya manufaktur memang dipakai untuk menunjuk pada industri yang dibuat dengan tangan, alias hand made. Dan bener, saya sedang mencoba belajar membuat sesuatu untuk di jual. Lil craft that I very very very love..
Sub sistem Manufaktur meliputi: 

  • Design Product > Yes of course, saya merancang model dan desain bunganya, meski kadang tidak tertulis, tapi proses merancang saya lebih pada apakah desain itu ‘bagus’ dimata saya. 
  • Buying > Karena saya ga mungkin bisa membuat semua raw material, saya tetep butuh supplier dan pembelian bahan baku.
  •  Marketing > Jual produk? Iya lah.. 
  • Raw Material, Machine and tools > Scissors, pearl, lace, pin etc ^^ 
  • Manufacturing > Jelas, saya pakai tangan bikinnya, haha.. 
  • Quality control > Absolutely YES, ga bisa ada bentuk yang tidak sesuai standar saya sendiri 
  • Shipping > Kl ini belum, cz saya belum berekspansi ke luar kota..
  • Customer service >  My customers voice is my challenges.. ^^ Insya Allah
Logo ^^

3.       Marketing dan distribusi
Nah, ini ni yang penting dari sebuah usaha, jualan! (Hidup jualan, kata temen saya..). Tadinya saya gak pede dengan aktifitas yang satu ini. Tapi dengan mengingat-ingat, kl Rasulullah juga adalah pedagang, sayajadi semangat, semangat, dan semangat lagi, buat jualan. Imagine! Saya melakukan usaha yang sama dengan apa yang Rasulullah lakukan.. Keren ga tuh? Keren bgtz…
Cz beliau adalah teladan yang terbaik sepanjang jaman.. >,<